BlogsTips Kerja
Trending

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Baik dan Benar

Surat Lamaran Kerja Yang Baik dan Benar

Hai Sobat Lokers, apa kabar? Semoga dalam kondisi sehat dan selalu semangat berburu sampai meraih lowongan kerja yang Sobat Lokers idam-idamkan ya, amin.  Nah, kali ini mimin ingin berbagi mengenai cara membuat surat lamaran kerja yang baiik dan benar. Yuk! Simak sampai habis ulasannya dalam artikel berikut ini.

Sudah menjadi rahasia umum, salah satu syarat dokumen wajib yang dikirimkan untuk melamar kerja adalah surat lamaran kerja. Namun, sayangnya masih banyak pencari kerja yang terkesan membuat surat lamaran ini apa adanya sehingga tidak sedikit pihak perusahaan menolak lamaran kerja pelamar gara-gara surat lamaran yang terkesan dibuat asal-asalan. Lebih parahnya lagi, ada juga pelamar yang sebatas mengirimkan berkas lamaran kerja tanpa surat lamaran sama sekali.

Surat lamaran merupakan bagian awal penting karena ibarat surat penjelas mengenai maksud dan tujuan kita melamar di perusahaan yang dituju. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengirimkan surat lamaran kerja, sebaiknya sobat mencari tahu terlebih dahulu, apakah surat lamaran dikirim dalam bentuk cetak atau cukup soft copy, kemudian apakah harus diketik atau ditulis tangan. Hal ini menjadi penting karena setiap perusahaan, dalam hal ini bagian Sumber Daya Manusia (HRD) atau bagian Personalia memiliki kebijakan masing-masing.

Cara Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Baik

 

Walaupun demikian, secara umum format dan urutan surat lamaran kerja adalah sebagai berikut:

  • Tempat dan tanggal penulisan surat

Tulislah tempat dan tanggal pada bagian atas surat lamaran kerja. Hal ini bertujuan agar pihak penerima kerja atau rekruiter mengetahui domisili tempat tinggal Sobat Lokers dan waktu pembuatan surat. Jangan sampai salah karena tempat domisili menjadi salah satu pertimbangan pihak perusahaan juga.

  • Nama, jabatan rekruiter, nama, dan alamat perusahaan yang sobat lamar

Setelah mencantumkan domisili dan tanggal pembuatan surat, selanjutnya cantumkan nama dan jabatan rekruiter atau bagian personalia serta nama dan alamat perusahaan yang Sobat lamar. Jangan lupa tuliskan Yang Terhormat atau disingkat Yth. kemudian diikuti dengan titel, nama, jabatan, serta  alamat perusahaan.

  • Salam pembuka dan kata pengantar

Selanjutnya, di baris pertama, Sobat Lokers tuliskan salam pembuka sebagai sapaan dan jelaskan secara singkat informasi lowongan pekerjaan yang dimaksud diperoleh serta ungkapkan tujuan melamar kerja.

  • Data diri

Pada bagian ini, Sobat Lokers tidak usah menuliskan profil secara lengkap karena data diri lengkap terdapat di lampiran Curiculum Vitae (Biodata Diri). Cukup sebutkan nama, pengalaman bekerja yang berhubungan dengan lowongan kerja yang sobat Lokers maksud. Bagi fresh graduate atau baru melamar kerja cukup sebutkan nama dan jenjang pendidikan terakhir.

  • Pengalaman kerja dan keahlian

Bagian selanjutnya, tulislah secara ringkas dan padat mengenai pengalaman kerja dan keahlian yang Sobat Lokers miliki dan tentu akan lebih baik, bila pengalaman kerja sobat memiliki hubungan dengan bidang pekerjaan yang dilamar. Hal ini tentu akan menjadi perhatian dan nilai jual lebih di mata perusahaan.

Bagaimana halnya dengan pelamar kerja dari kalangan fresh graduate atau belum memiliki pengalaman kerja? Tidak usah khawatir,

  • Lampiran dokumen

Pada bagian paragraf ini dicantumkan dokumen atau bekas yang dilampirkan, seperti daftar riwayat hidup, Fotokopi ijazah yang dilegalisir, Fotokopi transkrip nilai, Fotokopi sertifikat kursus dan pelatihan, sertifikat prestasi, pas foto terbaru, dan fotokopi SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).

Ada baiknya sebelum mulai menulis surat lamaran kerja, Sobat Lokers menyiapkan terlebih dulu berkas-berkas yang dibutuhkan. Berkas-berkas ini berfungsi sebagai bukti pendukung apa yang ditulis dalam surat lamaran kerja.

  • Penutup

Pada bagian paragraf akhir, sebagai penutup tuliskan harapan Sobat Lokers agar surat lamaran kerja yang dikirimkan mendapat respons positif.

  • Tanda tangan

Pada bagian bawah surat lamaran tersebut, jangan lupa cantumkan nama dan bubuhkan tanda tangan. Pada umumnya warna pulpen atau bolpoin yang digunakan untuk tanda tangan berwana hitam.

Apabila Sobat Lokers masih bingung bagaimana cara membuat surat lamaran kerja yang profesional. Sobat bisa mencari referensi dari berbagai sumber yang terpercaya melalui internet.  Gunakan kata kunci seperti contoh cv lamaran kerja atau contoh surat lamaran kerja. Selain itu, Sobat Lokers bisa mencari tahu juga dari teman-teman yang sudah mempunyai pengalaman membuat surat lamaran.

Perlu Sobat Lokers ketahui dari berbagai tips dan cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar, biasanya menggunakan bahasa yang baku atau formal. Jangan sekali-kali menggunakan bahasa  gaul, banyak ringkasan, banyak coretan, atau menggunakan ejaan yang tidak sesuai dengan EYD atau Ejaan Bahasa Indonesia (EB). Hal ini menjadi penilaian para recruiter bahwa sobat dianggap tidak serius mencari kerja.

Ukuran kertas yang lazim digunakan untuk membuat surat lamaran kerja, biasanya berukuran A4 untuk surat lamaran yang dicetak atau di-print, sedangkan untuk surat lamaran yang ditulis tangan biasanya menggunakan kertas folio bergaris.

Nah, Sobat Lokers demikian penjelasan mengenai cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar. Semoga Sobat Lokers mendapatkan gambarannya secara utuh dan jelas. Selamat berjuang dan semoga kelak mendapatkan pekerjaan yang sobat impikan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button