BlogsPermainanPermainan Anak
Trending

Permainan Boy-boyan Mengenal Sejarah Bermain dan Manfaat

Seri bagian 12

Permainan boy-boyan merupakan permainan tradisional zaman dahulu. Banyak dimainkan oleh anak-anak SD. Namun keberadaan permainan ini kini jarang untuk ditemui karena adanya perkembangan zaman yang berbeda.

Permainan Boy-boyan Sangat Asyik

Boy-boyan ini sebenarnya berasal dari Jawa Barat. Biasanya dimainkan oleh anak laki-laki, namun anak perempuan juga tidak dilarang untuk bermain ini.

Permainan ini berbeda-beda namanya dari setiap daerah. Di daerah Sunda dikenal dengan sebutan Bebencaran atau boy-boyan. Di Pati, Jawa Tengah, disebut dengan nama gaprek kempung.

Pada daerah yang lain disebut sebagai permainan gebokan. Dikenal dengan nama ini karena pada saat lemparan bola ke anggota tubuh akan menghasilkan suara “gebok”, maka muncullah nama permainan ini.

Permainan boy-boyan tradisional ini dahulu sangat terkenal di daerah Banten. Dalam permainan ini menggunakan bola kasti atau bola bekel. Namun sebelum digunakan bola tersebut dilapisi kain supaya lebih empuk dan tidak sakit ketika dilempar oleh lawan.

Lalu tidak akan melukai meskipun dilempar sangat keras. Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok, yaitu kelompok penjaga dan kelompok pemain.

Alat yang Digunakan

Peralatan yang digunakan dalam permainan boy-boyan adalah pecahan genting atau gerabah, atau bisa juga pecahan keramik, asbes, atau sejenis benda lain yang berbentuk datar.

Bola kecil seperti bola kasti atau bola plastik. Bisa juga menggunakan bola buatan sendiri dengan menggunakan kumpulan kertas, kemudian dibungkus plastik dan diikat menggunakan karet supaya tidak lepas.

Cara Bermain

Sebelum dimulai harus suit dahulu supaya bisa mengetahui kelompok mana yang akan bermain dulu. Cara memainkannya dimulai dengan menyusun pecahan genting supaya membentuk meninggi. Biasanya jumlah pecahan genting mencapai sepuluh buah.

Anggota yang bermain dahulu harus wajib melempar tumpukan pecahan genting dengan jarak yang sudah ditentukan sebelumnya. Biasanya jarak itu mencapai 6-10 meter dari tempatnya genting.

Tumpukan itu harus rubuh atau berantakan semua. Jika sudah berserakan, maka anak-anak yang lain harus berlari untuk menghindari dari lemparan bola. Selain itu, harus bisa mencuri kesempatan untuk menata kembali pecahan genting yang berantakan tadi.

Anggota kelompok yang bertugas menjaga yaitu untuk memburu anak pada lawan kelompok serta melempar bola supaya terkena oleh anggota tubuh. Aturan bagian tubuh yang tidak boleh terkena bola adalah bagian wajah dan kemaluan. Selain itu, bebas saja untuk dilempar.

Bola tersebut dapat dioper ke anak yang lain dengan anak pada kelompok lawan. Jika ada anak yang akan berusaha untuk menyusun pecahan genting, maka harus langsung dilempar bola tersebut.

Pada anak yang pintar menghindari bola pada permainan boy-boyan sangat berperan penting atau sangat dibutuhkan. Karena bola yang terlempar atau meleset jauh, anak pemain lawan dapat dengan bebas untuk menyusun kembali pecahan genting yang berserakan.

Apabila sudah tersusun semua, kemudian anak yang berhasil menyusun akan berteriak “boy”. Hal ini sebagai tanda bahwa kelompok mereka sudah menang dan mendapatkan satu poin. Namun pada anak yang akan mendapat giliran sudah terkena lemparan, maka telah selesai dan bergantian untuk menjaga.

Ini dilakukan secara terus-menerus sampai setiap anggota mendapat dan mengumpulkan sebuah poin yang didapat.

Permainan Boy-boyan Mengenal Sejarah Bermain dan Manfaat

Manfaat Permainan

Manfaat mendasar dari permainan boy-boyan ini adalah menggelinding bola, berlari, dan melempar bola. Diharapkan dapat melatih cara berpikir anak, kreatifitas, semangat, dan menambah motivasi pada anak.

Selain itu, permainan ini untuk melatih perkembangan fisik akan tumbuh dengan sehat. Otot pada tubuh dapat tumbuh dengan kuat. Selain hal itu, anggota dari tubuh akan mendapatkan untuk bergerak.

Anak bisa menyalurkan tenaga yang lebih dan tidak akan menyebabkan rasa gelisah. Dapat juga melatih perkembangan pada motorik halus dan motorik kasar. Pada aspek motorik kasar ini bisa dikembangkan dengan bermain.

Misalnya seperti anak yang berlari-lari untuk mengejar lawannya. Awalnya ia belum bisa untuk terampil dalam berlari, namun dengan adanya kejar-kejaran ini akan melatih anak untuk menjadi terampil. Hal ini sama halnya dalam sebuah permainan boy-boyan yang harus berlari menghindari lemparan bola.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button